Bagaiman Prediksi Bencana Alam di Indonesia Pada 2019 ? apakah masih sama!
Gempa juga dipredisksi akan terjadi sepanjang tahun 2019. BNPB memperkirakan sekitar 500 gempa akan terjadi setiap bulannya di Indonesia. Ini berkaitan dengan posisi geologis Indoensia yang beradas di kawasan Cincin Api Pasifik dan pertemuan beberapa lempeng tektonik. Sejauh ini gempa bumi belum dapat diprediksi secara pasti dimana dan kapan akan terjadi. Namun ditekankan, Indonesia bagian timur perlu mewaspadai gempa karena kondisi geologisnya yang tergolong rumit.
Potensi tsunami disebutkan, tergantung pada gempa dan lokasi episentrumnya. Jika terjadi gempa berskala 7 SR atau lebih, dengan episentrum di kawasan laut atau samudra, maka potensi tsunami patut diwaspadai.
Hampir seluruh tsunami diawali atau dipicu gempa kuat. Namun Tsunami Selat Sunda disebabkan oleh longsoran material yang dipicu Erupsi Gunung Anak Krakatau. Erupsi ini tidaklah memicu monitor gempa secara signifikan.
‘'Alat monitoring ombak laut untuk mendeteksi tsunami tidak dipicu atau diaktifkan oleh kejadian non-gempa,'' jelas Muhamad Sadly, kepala Geofisika BMKG. Alhasil, saat tsunami terjadi di Selat Sunda, tidak ada sirine yang berbunyi sebagai peringatan bahaya.
‘'Riset lebih lanjut diperlukan untuk memahami kejadian yang tidak dapat di prediksi seperti ini,'' ujar Stephen Hicks, pakar seismologi dari University of Southampton.
Selain gempa, bencana geologis disebabkan erupsi Gunung Api pun akan berlanjut. Dari 127 gunung api di Indonesia terdapat satu gunung berstatus awas atau dalam keadaan kritis yang dapat menimbulkan bencana, yaitu Gunung Sinabung dan 4 gunung berstatus siaga, yang secara visual mengalami aktivitas seismik atau nampak dari aktivitas kawahnya, yaitu : gunung Soputan, Gunung Anak Krakatau, Gunung Karangetang, dan Gunung Agung.
Minggu (30/12) lalu terjadi erupsi di gunung Agung, selain abu vulkanik, para warga serta turis diimbau untuk berhati-hati akan lava dingin yang mengalir dari puncak gunung dalam bentuk lumpur atau batuan. Gunung Agung terletak 70 km dari Bandara Ngurah Rai ini. Erupsi terakhir Gunung Agung di Tahun 1963 menewaskan sekitar 1600 jiwa
Komentar
Posting Komentar