HADIST TENTANG KEUTAMAAN MENYANTUNI ANAK YATIM


Menjaga atau mengurus anak yatim dan mengayominya sebagai kaum dhuafa mempunyai berbagai macam keutamaan. Seperti yang tertuang di dalam hadits berikut ini. Yang menerangkan bahwa pengurus anakyatim itu anantinya akan bersama dengan Rasulullah tinggal di dalam surga. Seperti sabda Rasulullah SAW:
أنا وكافل اليتيم في الجنة كهاتين وأشار بأصبعيه يعني السبابة والوسطى الترمذي
Artinya: “Aku dan yang mengurus anak yatim di surga seperti ini, beliau memberikan isyarat dengan kedua jarinya yaitu jari telunjuk dan jari kelingking” (HR. At Tirmidzi)
Dengan menyantuni anak yatim itu bisa melembutkan hati yang keras. Seperti bunyi hadits yang telah diriwayatkan oleh Abu Hurairah t ia berkata:
أن رجلا شكا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم قسوة قلبه فقال امسح رأس اليتيم وأطعم المسكين
Artinya: “Sesungguhnya seseorang datang mengadu kepada Rasullah r atas keras hati yang dialaminya, beliau bersabda: Usaplah kepala anak yatim dan beri makanlah orang-orang miskin”. (HR. Ahmad).
Di bawah ini ada juga hadits yang menjelaskan tentang anak yatim lengkap dengan artinya. Hadits berikut memberikan motivasi bahwa anak yatim butuh bimbingan dan kasih sayang dalam perkembangannya. Maka diperlukan orang lain yang bisa menggantikan peran sebagai orang tua agar bisa menuntun mereka ke jalan hidup yang benar.
خَيْرُ بَيْتٍ فِى اْلمُسْلِمِيْنَ بَيْتٌ فِيْهِ يَتِيْمٌ يُحْسَنُ اِلَيْهِ وَشَرُّ بَيْتٍ فِى اْلمُسْلِمِيْنَ بَيْتٌ فِيْهِ يَتِيْمٌ يُسَاءُ اِلَيْهِ . رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهُ عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ “Sebaik-baik rumah orang Islam adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim dan diasuh dengan baik. Seburuk-buruk rumah orang islam adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang diperlakukan dengan jahat.” (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah).
Komentar
Posting Komentar